Senin, 18 Maret 2013

Alhamdulillah, amarahku tertahan lagi

Insya-Allah, saya puasa hari ini. Alhamdulillah juga hari ini saya dapat mengontrol amarahku untuk dikeluarkan walaupun pada akhirnya ada sedikit 'ceramah' kepada mahasiswa. Entah kenapa, belakangan ini masih ada juga mahasiswaku yang agak 'bandel' alias tidak nurut. Seperti biasa, jadwal masuk untuk mahasiswa 6B adalah setiap hari Selasa jam pertama, tetapi karena Selasa minggu lalu tanggal merah akhirnya kami pun tidak bisa masuk.

Sabtu, 16 Maret 2013

Kata Majemuk


diakses 16032013  http://omaliamalia.blogspot.com

Kata Majemuk

I.Pendahuluan
Pada kesempatan kali ini kita akan membahas pemajemukan atau kata majemuk. Adapun segi yang akan di bahas yaitu pengertian, jenis, ciri-ciri, dan struktur kata majemuk. Beberapa konsep jenis elemen yang memungkinkan terjadinya kata majemuk yaitu ; kata, pokok kata, akar, dan morfem unik.

Hubungan Kekerabatan Bahasa Minangkabau dan Bahasa Sakai

 Hubungan Kekerabatan Bahasa Minangkabau dan Bahasa Sakai

Oleh: Efri Yoni Baikoeni diakses 16032013
 
1.    Pendahuluan
Bahasa Minangkabau dan Bahasa Sakai adalah dua bahasa yang tergolong dalam keluarga Bahasa Austronesia yang dituturkan oleh masyarakat di Pulau Sumatera, Republik Indonesia khususnya di bahagian Tengah. Dari penelusuran sejarah dan antropologi dikemukakan bahwa meskipun masyarakat Suku Minangkabau dan Suku Sakai merupakan dua etnis yang tinggal di dua kawasan yang berbeda yaitu di Propinsi Sumatera Barat dan Propinsi Riau, namun keduanya memiliki banyak persamaan dalam penggunaan bahasa sebagai alat komunikasi. Sehingga dapat dikatakan kedua bahasa tersebut mempunyai hubungan kekerabatan bahasa yang dekat.

Kajian Transformasi Generatif pada Kalimat Majemuk Campuran dalam Bahasa Jawa

Kajian Transformasi Generatif pada Kalimat Majemuk Campuran dalam Bahasa Jawa (diakses dari http://meta-hodhos.blogspot.com/ 16032013)

KAJIAN TRANSFORMASI GENERATIF PADA KALIMAT MAJEMUK CAMPURAN DALAM BAHASA JAWA


GITA RIYANTI
10745061


Abstrak
Bahasa-bahasa daerah di Indonesia mempunyai pengaruh dalam pembentukan dan pengembangan bahasa Indonesia. Bahasa Jawa merupakan salah satu bahasa daerah di Indonesia yang masih digunakan oleh masyarakat pendukungnya dalam kehidupan berinteraksi sehari-hari. Bahasa ini dapat dikatakan sebagai bahasa pertama dalam komunikasi sosial dari berbagai lapisan masyarakat Jawa.
Tulisan ini memfokuskan kajian transformasi generatif pada pola kalimat majemuk campuran dalam BJ. Analisis transformasi generatif (TG) apabila diterapkan dalam kalimat majemuk campuran dalam bahasa Jawa (BJ), menghasilkan dua jenis proses, yaitu proses penambahan yang terjadi pada Ukara Camboran Sematan (Ucamse), dan proses penghilangan yang terjadi pada Ukara Camboran Raketan (Ucamra).

Jumat, 15 Maret 2013

Ingat ya Ma...

Mulai sekarang, kalau dekat tidak terlalu dekat, sayang tidak terlalu sayang karena yang berlebihan itu tidak baik kan? Ingat ya Ma...


Selasa, 05 Maret 2013

FONOLOGI BAHASA INDONESIA MENURUT MASNUR MUSLICH

PENDAHULUAN

A. Fonologi dan Bidang Pembahasannya
Kajian mendalam tentang bunyi-bunyi ujar diselidiki oleh cabang linguistik yang disebut fonologi. Bunyi-bunyi ujar dapat dipelajari dengan dua sudut pandang, yaitu:
1. Bunyi-bunyi ujar dipandang sebagai media bahasa semata disebut fonetik.
2. Bunyi-bunyi ujar dipandang sebagai bagian dari sistem bahasa yang berfungsi untuk membedakan makna disebut fonemik.

Linguistic Communication


9. LINGUISTIC COMMUNICATION
9.1 Communication as transportation of messages

We have seen that linguists like to think of linguistic items as having fixed and stable properties, among other things inert, literal meanings. This way of looking at linguistic phenomena as objects is coupled with a very popular model of linguistic communication, i.e. the one which portrays the communication process as the conveyance of a message, or, in other words, some kind of transportation of a certain, fixed message from the speaker to the listener, a transfer of given thoughts and feelings as if these thoughts and feelings were independent of and prior to the "encoding" and "decoding" processes in communication. This view is associated with the metaphor that meanings are objects (VII.1):