Senin, 21 September 2015

Mahaguru Tercinta Prof. Dr. Idris Aman. Saya bangga menjadi 'anakmu'

Alhamdulillah ya Rabb
Mahaguruku tercinta tengah mendulang bahagia pada masa ini dan semua itu berkat rahmat dan karunia yang Kau berikan kepadanya. Hari ini, aku bahagia mendengar berita dari seroang rakan yang bernama sensei Lydia Erra yang mengatakan bahwa mahaguru kami (yang sama-sama dibimbing oleh beliau) telah mendapatkan gelar Professor penuh. Jadi, lengkap sudahlah gelar mahaguru kami daripada Prof. Madya kepada Prof. Dr. Idris Aman.


Jumat, 11 September 2015

Mengapa Harus Cemburu pada Bunda Khadijah?

“Sebaik-baik wanita ialah Maryam binti Imran. Sebaik-baik wanita ialah Khadijah binti Khuwailid,” (HR Muslim dari Ali bin Abu Thalib radiyallahu ‘anhu).

“Dan sebaik -baik wanita dalam masanya adalah Khadijah.”
“Dia beriman kepadaku ketika orang-orang ingkar, membenarkanku ketika orang-orang mendustakanku, membantuku dengan hartanya ketika orang-orang tidak mau memberi bantuan, dan Allah Subhanahu wa ta’ala memberiku anak darinya ketika Dia tidak memberiku anak dari wanita lain.”

KEDUDUKAN DAN TANGGUNG JAWAB PEMIMPIN DALAM TUNJUK AJAR MELAYU



ABSTRAK

Seorang pemimpin yang baik dan tahu akan kewajiban yang harus dilakukannya, akan mendapatkan nama dan perhatian dari rakyat atau masyarakat yang menyenangi dan mencintainya. Masalah yang diteliti dalam tulisan ini adalah bagaimakah kedudukan dan tanggung jawab pemimpin dalam Tujuk Ajar Melayu karya Tenas Effendy? Kedudukan seorang pemimpin begitu nyata (gamblang) dan jelas dalam setiap untaian bait yang hasilkan Tenas seperti yang terlihat pada kata atau frasa kayu besar, berpucuk, berbatang, berurat tunggang, rimbun daunnya, bersandar dan banyak lagi. Selain itu, Tunjuk Ajar Melayu memuat tentang tanggung jawab seorang pemimpin terhadap Allah Swt. (Tuhan), umat (rakyat/masyarakat), dan negara atau negeri yang dipimpinnya dengan pilihan kata seperti kepada Allah, kepada umat (rakyatnya), kepada negeri dan kepada dirinya.

Kata kunci: kedudukan, tanggung jawab pemimpin, Tunjuk Ajar Melayu,

Minggu, 30 Agustus 2015

Kewajiban Berjilbab bagi Wanita

Bismillahirrahmaanirrahiim

Kewajiban berjilbab bagi wanita

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Surah Al-Ahzab (33:59)

Senin, 01 Juni 2015

Kategori Sintaktis dalam Tunjuk Ajar Melayu Karya Tenas Effendy



ABSTRAK

Syair merupakan puisi lama yang tiap-tiap bait terdiri atas empat larik (baris) yang sarat dengan makna dan nilai-nilai kehidupan. Dalam kajian ini, syair merupakan salah satu alat yang digunakan oleh Tenas untuk menanamkan nilai-nilai keislaman dan petuah amanah (selain pantun, gurindam, seloka dan ungkapan) kepada khalayak ramai. Syair tersebut disampaikan dengan kata-kata yang sederhana dan yang selalu sudah melekat pada masyarakat Melayu (Riau) khususnya. Oleh karena itu, kategori sintaktis atau yang biasa disebut kelas kata  dijadikan dasar untuk mengkaji syair yang terdapat dalam Tunjuk Ajar Melayu. Makalah ini bertujuan untuk menemukan dan menguraikan kategori sintaktis yang tersembunyi dalam syair. Teori yang digunakan Muslich (2008), Kridalaksana (2005), dan Alwi, dkk. (2003). Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Berdasarkan analisis, kategori sintaktis yang  tergembleng dalam syair yang paling dominan adalah 1) nomina atau kata benda dan 2) verba atau kata kerja. Tenas lebih dominan memanfaatkan kata berkategori nomina dalam merangkai dan menghasilkan syairnya dibandingkan dengan kata lainnya, seperti kata Islam, Melayu, Allah, berkah, iman,dan ampunan. Kata Islam dan Melayu menunjukkan agama (identitas) yang sudah melekat kepada orang Melayu. Selain itu, Tenas penggunaan kata-kata yang berkategori verba, seperti  memuji, bertakwa, memohon, menyembah dan bertobat tentunya punya maksud tersendiri. Misalnya kata bertakwa menyiratkan seorang Melayu haruslah taat dan patuh kepada Allah (Tuhan). Jadi, pemilihan kata-kata itu tidak lepas dari kandungan Tunjuk Ajar Melayu yakni menunjuk kepada yang elok, mengajar kepada yang benar, mendidik kepada yang baik.

Kata kunci: kategori sintaktis, syair, Tunjuk Ajar Melayu

Rabu, 04 Februari 2015

QS AR-RA'D

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.
Surah Ar-Ra'd (13:28)